Karantina Karimun
  Selamat datang di website Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun      Karantina Karimun Anti KKN     Ayo Lapor Karantina !!!     Bersama Anda Melindungi Negeri  
admin   2019-01-22   15:56:51   26  

Pastikan Bebas Brucellosis Karantina Ambil Sampel Darah Sapi Asal Riau Untuk Uji RBT

Peternak mana sih yang ingin hewannya terserang penyakit. Tentu semua ingin hewan ternaknya tumbuh dengan sehat. Terlebih sebagai peternak sapi yang modalnya mencapai ratusan juta rupiah. Pak Ali contohnya, yang baru memulai bisnisnya sebagai peternak sapi di Karimun. Meskipun baru, ternyata dia paham bahwa sapi yang dimilikinya wajib diperiksa oleh karantina.

"Pak, sapinya sudah di kandang. Silahkan diperiksa, saya tunggu ya pak?" begitu pintanya kepada Jemi Diporianto, dokter hewan Karantina Karimun.

Sesampainya disana, rupanya Pak Ali tidak memiliki kandang jepit. "Jangan khawatir pak, kami sudah lihai menaklukkan sapi-sapi ini. Ini jauh lebih mudah daripada menaklukkan hati istri saya," kata Jemi sambil bercanda kepada Pak Ali.

Suasana mulai mencair, 28 sapi pun seolah sudah siap untuk diambil darahnya. "Anggap aja kamu mau donor darah ya pi, biar sehat," celetuk Pak Ali. Meskipun jarumnya terlihat kecil, rupanya sapi-sapi ini merasakan sakit seperti manusia saat diambil darahnya. Tendangan-tendangan pun mulai diperlihatkan sapi ketika jarum suntik perlahan dipenuhi oleh darah. "Mending ditendang sapi ya ketimbang istri. Kalau ditendang istri, bukan badan aja yang sakit, tapi hati juga," kata Jemi.

Ini bukan alasan bagi Karantina Karimun untuk tidak bekerja. Tidak ada kandang jepit, meski ratusan ekor pun tetap akan diambil darahnya secara manual. Wow, bukan main!

Sampel darah sapi Bali ini akan dilakukan uji brucellosis dengan metode rose bengal test (RBT). Jika hasilnya negatif, maka sapi Bali ini akan dibebaskan dan boleh diperjualbelikan kepada masyarakat. "Sapi Bali ini saya bawa dari Riau. Semoga tidak sakit ya Pak, karena sapi ini rencananya akan saya jual saat Idul Adha. Lumayan nanti bisa laku 20 juta per ekor," harap Pak Ali.

Brucellosis merupakan penyakit yang menyerang hewan ternak khususnya sapi, kerbau, kambing, domba dan babi. Penyakit ini dapat menular kepada manusia (zoonosis) akibat keberadaan bakteri dari genus Brucella. Sampai saat ini, Kabupaten Karimun masih bebas brucellosis berdasarkan Kepmentan 2541/Kpts/PD.610/6/2009 tentang Pernyataan Provinsi Sumatera Barat, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau Bebas Hewan Keluron Menular (Brucellosis) pada Sapi dan Kerbau. Dari hasil uji laboratorium menyatakan bahwa keseluruhan sampel darah sapi yang diuji dinyatakan sehat dan bebas dari brucellosis.

Mau sapi SobatQ sehat? Lapor karantina dulu ya....

#LaporKarantina🍎🐕 #KarantinaKarimun

Berita Lainnya

VIDEO KARANTINA

AGENDA KEGIATAN

PENGUMUMAN

  • Himbauan untuk tidak mengambil cuti tahunan sebelum atau sesudah cuti bersama idul fitri 1438 H (download)

  • Pelaksaan hari libur Nasional dan cuti lebaran mengacu pada Surat Edaran Kepala Badan Karantina nomor 8441/KP.580/K/5/2018 tanggal 09 Mei 2018 (download)

  • Realisasi Anggaran Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun 36,03% per tanggal 10 Mei 2018
  • -- lainnya --

    DISEASES ALERT

  • Wabah Rabies, Larangan lalu lintas HPR dari dan ke Sumba & P. Selayar Sulawesi Selatan   (download)   23 Januari 2019

  • Wabah Caprine arthritis-encephalitis di Singapura, Waspada pemasukan domba-kambing & produknya dr Singapura (download) 23 Januari 2019

  • Wabah AI, Waspada pemasukan unggas dan produk unggas segar dari Vietnam (download) 15 Januari 2019

  • -- lainnya --

    Karantina Karimun