Karantina Karimun
  Selamat Datang Di Website Resmi Karantina Pertanian Karimun     Ayo Lapor Karantina !!!     Bersama Anda Melindungi Negeri     Selamat Datang Di Website Resmi Karantina Pertanian Karimun     Karantina Karimun Anti KKN  
admintbk2   2019-10-24   12:43:45   27  

Wredha Sandhi ASN Karantina Pertanian Karimun sang Master Biosensor Cemaran Mikroba

Karimun - Wredha Sandhi, dokter hewan Karantina Pertanian Karimun meraih predikat cum laude dengan IPK 3,84 dalam pendidikan S2 di Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta.

Sandhi panggilan akrabnya mendapat kesempatan beasiswa S2 dari Badan Pengembangan dan Penyuluhan Sumber Daya Manusia Pertanian - Kementerian Pertanian. Setelah menempuh pendidikan selama 2 tahun di Fakultas Kedokteran Hewan, Sandhi meneliti biosensor electronic nose atau hidung buatan elektronik yang telah dikembangkan oleh UGM sejak tahun 2007. 

Penelitian deteksi mikroba menggunakan electronic nose, merupakan penelitian pertama di Indonesia. Biosensor ini digunakan untuk mendeteksi adanya cemaran mikroba Eschericia coli dan Salmonella typhimurium pada produk hewan. 

Biosensor mengombinasikan komponen hayati dengan komponen elektronik sehingga dapat memberikan sinyal atas keberadaan target yang akan dideteksi. Di Indonesia, cemaran mikroba tidak boleh melebihi ambang batas yang telah ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) 7388:2009. Jika melebihi ambang batas, maka akan menyebabkan keracunan makanan, diare, muntah, mual, dan bahkan bisa menyebabkan kematian.

Eschericia coli dan Salmonella typhimurium menghasilkan zat organik sebagai VOCs (Volatile Organic Compounds) dan gas tertentu. Gas inilah yang dapat dideteksi oleh biosensor yang dikembangkan bersama tim UGM.

"Biosensor ini dapat mendeteksi E. Coli dengan ketepatan 97,8 %, Salmonella 95,6%, dan untuk mengklasifikasian keduanya memiliki ketepatan 83,1% dengan jumlah total sampel 210. Saya berharap ini dapat diaplikasikan khususnya di instansi saya bekerja dan bagi UPT Karantina Pertanian di seluruh Indonesia agar dapat memberikan pelayanan yang cepat terhadap cemaran mikroba ini," kata Sandhi melalui keterangan tertulisnya, Rabu (23/10).

Pelayanan karantina saat ini dituntut untuk cepat dan akurat agar bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Lalu lintas atau pengiriman produk hewan seperti daging, sosis, dan bakso, semakin meningkat setiap tahunnya. Oleh sebab itu, inovasi biosensor menjadi jawaban atas tantangan yang dihadapi saat ini.

#SDMKarantina #KarantinaPertanianKarimun

Berita Lainnya

VIDEO KARANTINA

AGENDA KEGIATAN

PENGUMUMAN

  • Larangan Ekspor Lidi (broom stick) ke negara India (download)

  • Nota Kesepahaman Antara BC, BARANTAN DAN BKIPM-KP tentang Kerjasama Dalam Pelayanan Pengawasan Impor dan Ekspor Komoditas Wajib Periksa Karantina (download)

  • Himbauan untuk tidak mengambil cuti tahunan sebelum atau sesudah cuti bersama idul fitri 1438 H (download)

  • -- lainnya --

    DISEASES ALERT

  • Pencegahan penyebaran Spodoptera frugiperda dan Bactrocera (download)  tanggal 22 Februari 2019

  • Wabah Caprine arthritis-encephalitis di Singapura, Waspada pemasukan domba-kambing & produknya dr Singapura (download) 23 Januari 2019

  • Wabah Flu Burung, Larangan Pemasukan Unggas dan Produk Unggas Segar dari Malaysia  (download)  tanggal 09  Agustus 2018

  • -- lainnya --

    Karantina Karimun