Selamat datang di website Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun       Bersama Anda Melindungi Negeri       Tidak Menerima Gratifikasi Baik Berupa Uang, Parcel Dan Bentuk Lainnya   

Hasil Sinegisitas dengan Instansi Terkait, Kasus Penyelundupan Daging Ilegal Berhasil Digagalkan

Petugas SKP Kelas II Karimun saat memeriksa box yang berisi MP HPHK

Karimun, (12/09) - Sebagai daerah kepulauan yang memilki banyak pelabuhan rakyat di sepanjang pesisir pantainya, Kabupaten Karimun menjadi daerah yang rawan terjadi tindakan penyelundupan produk pertanian yang merupakan media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

Dalam melaksanankan tugas pokok dan fungsinya dalam mencegah masuk, tersebarnya HPHK dan OPTK di Kabupaten Karimun, Karantina Karimun membutuhkan dukungan dan kerjasama dengan instansi terkait agar pelanggaran karantina dapat diminimalisir dan diberantas.

Tanggal 13 Agustus 2018 yang lalu, Karantina Karimun mendapat serah terima penanganan hasil penindakan dari Kepolisian Sektor Buru berupa 5 Kotak daging ayam beku atau sebanyak 75 Kg yang merupakan hasil penindakan Bripda Noprianto yang merupakan anggota Sabhara Polsek Buru yang saat itu sedang melakukan patroli. Daging ayam beku tersebut tidak berisi keterangan pemilik apapun. Hanya label yang menginformasikan bahwa daginh ayam beku tersebut berasal dari USA. Diduga, daging ayam beku tersebut dibawa oleh kapal penumpang yang berasal dari luar negeri, yakni Singapura atau Malaysia. Kelima kotak daging ayam beku ini dipastikan tidak memiliki dokumen persyaratan karantina sehingga diserahterimakan kepada Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun di Poros.

MP HPHK hasil serah terima penindakan dari POLSEK Buru

Selasa kemarin, (11/09) sebagai tindak lanjut temuan di Pulau Buru, Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun berkoordinasi dengan Kepala Polsek Moro, AKP Heri Adhar, SH untuk melakukan kegiatan patroli bersama. Pada saat melakukan patroli di Pelabuhan Gelugur, petugas menemukan dan mengamankan 3 kotak fiber yang biasa digunakan untuk kemasan ikan. Setelah diperiksa, ternyata 2 kotak fiber berisi 11 kotak daging ayam beku  yang diduga berasal dari Singapura dan tidak dilengkapi dengan sertifikat karantina dan dokumen pendukunh lainnya. Sedangkan 1 kotak yang lain ditemukan dalam keadaan kosong. Pemilik barang dan alat angkut yang membawa barang tersebut diduga kabur saat petugas menuju lokasi.

Penahanan Daging Kaerbau beku asal Malaysia saat Patroli bersama Instansi terkait

Sebelumnya juga terjadi pelanggaran karantina saat Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun dan instansi terkait yang tergabung dalam tim patroli menemukan daging kerbau beku sebanyak 18 kg asal Malaysia yang dilakukan oleh Anak Buah Kapal (ABK) MV. Marina Baru V. Daging kerbau beku ini ditemukan di Pelantar Tanjung Balai Karimun sekitar pukul 19.00 WIB, 24 Agustus 2018 yang lalu. Kepada ABK tersebut, dilakukan Berita Acara Wawancara oleh drh. Kristiani Maryatiningsi dan drh. Purwanto selaku PPNS Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun dalam rangka penyelidikan dan pembinaan terhadap pelaku.

Penahanan Daging Kaerbau beku asal Malaysia saat Patroli bersama Instansi terkait

Tidak berhenti di pelabuhan rakyat, di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun (internasional), petugas karantina yang dibantu dengan petugas Bea Cukai berhasil mengamankan 26 kg daging ayam dari Malaysia yang dibawa oleh penumpang kapal MV. Tuah, Sabtu, 8 Agustus 2018 kemarin. Hal ini dilakukan karena Malaysia sedang wabah penyakit flu burung (Avian Influenza) dan pemilik tidak dapat menunjukkan sertifikat kesehatan dari negara asal serta tidak dilaporkan kepada petugas karantina.

"Penindakan ini merupakan hasil nyata dari Rapat Koordinasi Pengawasan dan Penindakan bersama POLRI dan TNI AL yang diadakan bulan agustus lalu yang kami selenggarakan di Hotel Aston Karimun," kata drh. Priyadi selaku kepala Karantina Karimun.

"Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat himbauan agar tidak mengkonsumsi daging ilegal karena tidak ada jaminan kesehatan dan kehalalannya. Terlebih saat ini di Sabah dan Serawak sedang terjadi wabah flu burung. Hal ini sesuai dengan surat edaran Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor 13631/KR.120/K/08/2018 tentang instruksi larangan memasukan unggas dan produk unggas segar dari negara Wabah Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) Malaysia. Jangan sampai penyakit flu burung ini masuk ke Karimun dan menyerang kesehatan warga Karimun dan unggas lokal disini," imbuhnya.

Dengan adanya peningkatan koordinasi di bidang pengawasan dan penindakan ini diharapkan akan dapat mengurangi bahkan memberantas penyelundupan di Kabupaten Karimun khusunya di bidang perkarantinaan.

VIDEO KARANTINA

AGENDA KEGIATAN