Selamat datang di website Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun       Bersama Anda Melindungi Negeri       Tidak Menerima Gratifikasi Baik Berupa Uang, Parcel Dan Bentuk Lainnya   

Priyadi : Pemusnahan Bukanlah Tujuan Kami

Priyadi memasukan MP yang akan dimusnahkan ke dalam incenerator

Sudah seharusnya masyarakat Indonesia peduli dengan ancaman penyakit yang dibawa oleh komoditas pertanian, khususnya yang berasal dari luar negeri. Terlebih lagi, Kabupaten Karimun merupakan daerah yang strategis bahkan digolongkan dalam kawasan zona rawan I karena letak geografisnya yang berdekatan dengan Malaysia dan Singapura.

Alih-alih keterbatasan sumber pangan, para penyelundup nekat memasukkan komoditas pertanian secara ilegal. Bermain "kucing-kucingan" dengan petugas sudah menjadi rahasia umum. Terbukti, berbagai komoditas pertanian seperti daging, bawang, buah hingga bibit tanaman akhirnya dimusnahkan Karantina Karimun di Gedung Instalasi Karantina Pertanian, Kapling - Karimun hari ini (24/10).

Upaya petugas Karantina Karimun dalam cegah tangkal penyakit hewan dan tumbuhan terlihat disini. Sebanyak 403.5 kg yang terdiri dari daging hewan, daging unggas dan jeroan asal Malaysia dan Singapura berhasil ditahan. Tidak hanya itu, 51 kg nugget dari Batam pun tak luput dari pengawasan petugas di pelabuhan domestik. Sebelas bibit tanaman dan 40 kg buah segar pun ikut dimusnahkan dengan cara dibakar dengan menggunakan incinerator yang disaksikan oleh instansi terkait.

Kepala Karantina Karimun bersama instansi terkait saat menyalakan incenerator

Kerjasama Karantina Karimun dengan Bea Cukai dan Polsek Buru juga membuahkan hasil. Sebanyak 39 kg daging alana, 204 karung bawang merah, 46 karung bawang putih dan 1 karung bawang bombay dilimpahkan ke Karantina Karimun guna diproses sesuai dengan peraturan perkarantinaan. Begitu juga dengan Polsek Buru yang melimpahkan 75 kg daging ayam asal Singapura ke Karantina Karimun.

Foto bersama peserta kegiatan Pemusnahan MP HPHK dan OPTK

"Karantina tidak bisa bekerja sendiri, terima kasih kepada seluruh instansi yang telah mendukung tugas kami. Untuk menghancurkan suatu bangsa itu mudah. Tinggal masukkan berbagai agen penyakit dan merusak harga pasar bisa menghancurkan petani dan masyarakat. Ini adalah bentuk perang bioterorisme yang harus kita lawan," terang Priyadi selaku Kepala Karantina Karimun dalam sambutannya.

"Pemusnahan ini sebenarnya bukan tujuan akhir dari tugas kami, tetapi bagaimana membuat mereka menjadi patuh karantina," tuturnya penuh harap.

#KarantinaKarimun #LaporKarantina

VIDEO KARANTINA

AGENDA KEGIATAN