Selamat datang di website Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun       Bersama Anda Melindungi Negeri       Tidak Menerima Gratifikasi Baik Berupa Uang, Parcel Dan Bentuk Lainnya   

Si Jambul Kuning Terciduk

Karimun (22/05). Kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea) adalah burung berukuran sedang dengan panjang sekitar 35 cm, dari marga Cacatua. Burung ini hampir semua bulunya berwarna putih. Di kepalanya terdapat jambul berwarna kuning yang dapat ditegakkan. Burung ini memiliki paruh berwarna hitam, kulit di sekitar mata berwarna kebiruan dan kakinya berwarna abu-abu.

SKP Kelas II Tanjung Balai Karimun bersama POLRES Karimun saat mengamankan TSL

Jika kita melihat si jambul kuning ini, tentu kita sependapat bahwa burung ini terlihat sangat cantik dan mempesona. Namun perlu diketahui bahwa burung kakatua jambul kuning ini merupakan salah satu satwa langka yang dilindungi dan termasuk dalam Cites Appendix I dan kepemilikannya diatur oleh UU No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Berdasarkan hasil operasi TSL (Tumbuhan dan Satwa Langka) yang dilakukan Polres dan Karantina Karimun, didapati ada salah satu warga yang memiliki burung yang termasuk satwa langka ini. Pemilik diberikan pembinaan agar burung tersebut diserahkan kepada instansi yang berwenang, yaitu BKSDA..

Operasi TSL ini dipimpin oleh Ipda M. Fachri Rizky S.Tr.K. Si jambul kuning yang terciduk oleh petugas selanjutnya dititipkan sementara kepada pihak karantina. "Burung kakatua jambul kuning ini berada dalam keadaan sehat sehingga tidak membutuhkan perawatan medis khusus," kata drh. Jemi Diporianto.

Selanjutnya, Sasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun menyerahkan burung tersebut kepada BKSDA Batam yang disaksikan oleh beberapa instansi terkait. Ini merupakan hasil kerjasama yang baik antarinstansi untuk dapat melestarikan sumber daya alam hayati Indonesia.

VIDEO KARANTINA

AGENDA KEGIATAN