Selamat datang di website Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun       Bersama Anda Melindungi Negeri       Tidak Menerima Gratifikasi Baik Berupa Uang, Parcel Dan Bentuk Lainnya   

Tim Patroli bersama Instansi terkait Diterjunkan ke Pelabuhan - Pelabuhan Tikus

Karimun (28/05). Kabupaten Karimun termasuk dalam instansi dibawah Badan Karantina Pertanian yang memiliki predikat sebagai Zona Rawan I. Hal ini bukan tanpa sebab, Karimun merupakan kabupaten yang dikelilingi oleh banyak pelabuhan tikus yang rawan aksi penyelundupan komoditas pertanian ilegal dari Malaysia dan Singapura. Dalih penyelundupan pun ironis, yakni perbedaan harga hingga ketidaktersediaan pangan yang membuat oknum menghalalkan segala cara untuk memasukkan komoditas pertanian ke Karimun.

Tentu saja oknum ini bukannya tidak tahu peraturan perkarantinaan. Mereka selalu mencoba berjudi dengan nasibnya. Mereka selalu beralasan apapun yang dilakukannya guna melangsungkan kehidupannya. Kasus penyelundupan seperti ini juga pernah dimejahijaukan oleh SKP Kelas II Tanjung Balai Karimun.

Hal inilah yang kemudian diperbaiki oleh SKP Kelas II Tanjung Balai Karimun melalui tindakan pre-emtif (sosialisasi, pembinaan dll) dan tindakan preventif (pengawasan, patroli dan operasi patuh karantina dll). Senin kemarin, patroli pun dilaksanakan oleh SKP Kelas II Tanjung Balai Karimun beserta instansi terkait seperti KPPBC, Polres, Polsek, KSOP, BUP dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun.

Patroli ini dimulai pukul 21.00 - 00.00 WIB. Target patroli adalah komoditas pertanian yang dilalulintaskan di pelabuhan-pelabuhan yang belum ditetapkan, diantaranya Pelantar Sianturi, Hutagalung, Tampubolon, Tampu di Kolong dan di Pelantar Gudang Darwin - Jalan Nusantara Tanjung Balai Karimun. Patroli diawali dengan briefing oleh drh. Priyadi selaku Kepala SKP Kelas II Tanjung Balai Karimun.

Drh. Munandir memimpin briefing patroli

Patroli dimulai dari Pelantar Gudang Darwin Tanjung Balai Karimun. Disini tim patroli menemukan kapal KM. Maritim Jaya IV yang akan bersandar. Namun setelah diperiksa oleh petugas karantina dan tim patroli tidak ditemukan media pembawa HPHK/OPTK (Nihil).

Di tempat yang berbeda, yakni Pelantar Hutagalung - Kolong, ditemukan media pembawa HPHK berupa 1.300 ayam potong dari Siak yang dibawa oleh Kapal KM. Riski Saputra. Ribuan ayam potong tersebut disertai sertifikat karantina dari daerah asal sehingga dilakukan tindakan karantina hewan diluar tempat pemasukan/pengeluaran.

ditemukan adanya lalulintas MP HPHK berupa ayam potong
Pemeriksaan kelengkapan dokumen Karantina terhadap pemasukan ayam potong

Di tempat yang berbeda, yakni Pelantar Hutagalung - Kolong, ditemukan media pembawa HPHK berupa 1.300 ayam potong dari Siak yang dibawa oleh Kapal KM. Riski Saputra. Ribuan ayam potong tersebut disertai sertifikat karantina dari daerah asal sehingga dilakukan tindakan karantina hewan diluar tempat pemasukan/pengeluaran.

Foto bersama Tim Patroli SKP Kelas II Karimun

VIDEO KARANTINA

AGENDA KEGIATAN